Advertise Your Ad Title is Here

This place is for your ad content. Advertise your business with us here. Click for more detailed information. Get huge traffic for your website now !

Advertise Your Ad Title is Here

This place is for your ad content. Advertise your business with us here. Click for more detailed information. Get huge traffic for your website now !

Advertise Your Ad Title is Here

This place is for your ad content. Advertise your business with us here. Click for more detailed information. Get huge traffic for your website now !

Advertise Your Ad Title is Here

This place is for your ad content. Advertise your business with us here. Click for more detailed information. Get huge traffic for your website now !

Advertise Your Ad Title is Here

This place is for your ad content. Advertise your business with us here. Click for more detailed information. Get huge traffic for your website now !

Tampilkan postingan dengan label Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Oktober 2012

Info Obyek Wisata Candi Perambanan


Info Obyek Wisata Candi Perambanan

Sebagai bukti sejarah kebudayaan Hindu yang pernah besar di Indonesia, Candi Prambanan memang mempunyai pesona keindahan tersendiri. Dikarenakan selain arsitekturnya dan penataannya yang menakjubkan, candi Prambanan juga menyimpan kisah sejarah dan legenda yang sangat menarik buat para pelancong. Tidak mengejutkan jika candi yang berlokasi di tepi jalan raya 17 Km dari Yogyakarta menuju Solo ini menjadi obyek wisata yang handal buat kedua kota tersebut.

Komplek candi yang dibangun pada abad 9 M ini mempunyai tiga bangunan utama berarsitektur indah setinggi 47 meter. Ketiga bangunan tersebut melambangkan Trimurti, yaitu ajaran tentang tiga dewa utama yang terdiri dari Candi Siwa (Dewa Pelebur) di tengah,
Candi Brahma (Dewa Penjaga) di selatan, dan Candi Wisnu (Dewa Pencipta) di utara. Kemudian di depan bangunan utama ini terdapat tiga candi yang lebih kecil sebagai perlambang Wahana (kendaraan) dari Trimurti. Ketiga candi tersebut adalah Candi Nandi (kerbau) yang merupakan kendaraan Siwa, Candi Angsa kendaraannya Brahma, dan Candi Garuda kendaraan Wisnu.

Para pengunjung juga bisa menyaksikan dan mengikuti kisah cerita Ramayana yang reliefnya dipahatkan searah jarum jam pada dinding pagar langkan Candi Siwa dan bersambung di Candi Brahma. Sedangkan pada pagar langkan Candi Wisnu dipahatkan relief cerita Krisnayana.

Memasuki Candi Utama (Candi Siwa) dari arah utara, wisatawan juga dapat melihat patung seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang. Menurut legenda, Roro Jonggrang adalah putri Raja Boko yang ingin dinikahi oleh Bandung Bondowoso, seorang lelaki perkasa Putra Raja Pengging. Roro Jonggrang yang tidak mencintai Bandung, berusaha menolak pinangan ini dengan mengajukan syarat agar dibuatkan seribu candi dalam satu malam.

Dengan kekuatan supranatural, Bandung menyanggupi syarat tersebut dan hampir berhasil menyelesaikan tugasnya. Roro Jonggrang yang panik, berusaha menggagalkan keberhasilan ini dengan mengerahkan para wanita desa untuk membakar jerami dan menumbuk padi sehingga suasananya berubah seperti pagi hari.

Mengira waktunya sudah habis, seluruh kekuatan supranatural yang menolongf Bandung berlarian. Tak ayal, pekerjaan yang nyaris selesai akhirnya terbengkalai. Kegagalan ini tentu saja membuat Bandung murka. Dan karena tidak dapat menahan amarahnya, Bandung mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah patung.
Cerita legenda tersebut secara lengkap bisa wisatawan saksikan di gedung Museum yang berada di dalam lokasi Candi Prambanan. Sebab selain mempunyai ruang Audio Visual yang memutarkan film selama 15 menit tentang sejarah ditemukannya Candi Prambanan sampai pada proses renovasi dan purna pugarnya secara lengkap, Museum ini juga memamerkan koleksi benda-benda arkeologi juga perhiasan-perhiasan peninggalan raja Mataram kuno yang ditemukan di Wonoboyo, Klaten.

(dikutip dari berbagai sumber)

Info Obyek Wisata Candi Borobudur

Info Obyek Wisata Candi Borobudur


Candi Buddha yang berlokasi di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah bernama candi borobudur. Letak candi ini kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Para penganut agama Buddha Mahayana mendirikan candi ini sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan dinasti Syailendra. Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú)

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk memperoleh gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja mataram dinasti Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra. Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur.
Struktur Borobudur

Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa.
Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.

4 lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.

Bermula dari lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.

Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini.

Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.

Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.
Struktur Candi Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.

Di seluruh tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jātaka.

Pembacaan kisah-kisah pada relief senantiasa berawal, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.

Secara runtutan, maka cerita pada relief candi secara singkat bermakna sebagai berikut :

Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut menggambarkan hukum karma. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan.

Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. Ke-27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti "hukum", sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda.

Jataka merupakan cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga. Sesungguhnya, pengumpulan jasa/perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an.

Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi.

Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan buat bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yakni Bhadracari.(Diambil dari sumber di internet)

Senin, 22 Oktober 2012

Obyek Wisata Taman Balekambang Kota Solo



Obyek Wisata Taman balekambang adalah bangunan rumah yang ada diatas air. Dengan pesona yang luar biasa taman balekambang adalah sejenis villa buat kelompok kaum berada era yang dahulu. Ada beberapa obyek wisata yang menyerupai maupun memakai gaya arsitektur demikian. Di yogyakarta ada Balekambang di pesanggrahan Ambarukmo sedangkan di solo berada di belakang stadion Manahan solo atau di jalan Ahmad yani yang adalah sisa peninggalan istana mangkunegaran.

Taman Balekambang dibuat pada tahun 1921 oleh KGPAA Mangkunegara VII diatas tanah seluas 9,8 Ha, dan mulanya taman ini dibangun untuk kedua putrinya yaitu GRAy Partini Husein Djayaningrat dan GRAy Partinah Sukanto sehingga figure keduanya menjadi spot yang menakjubkan ditaman yang yang luas tersebut yakni kedua patung putri dari KGPAA Manguknegara VII yang pertama berada ditengah kolam sedangkan satunya lagi berada ditengah –tengah air mancur. 

Taman Balekambang  terbagi dalam dua bagian yakni Partini Tuin dan Partinah Bosch. Partini tuin merupakan kolam penampungan air saat ini berfungsi ebagai wisata air dengan perahu. Sedangkan Partinah bosch merupakan lingkup hijau yakni sebagai paru paru kota dimana berbagai tanaman dan pohon langka. Tempat inindulunya hanya merupakan tempat wisata keluarga mangunegaran namun semasa  KGPAA Mangkunegara VIII tempat ini dibuka untuk umum.

Keberadaan taman balekambang di solo ini menjadi tempat publik dan kini Unit pelaksana teknis dinas kebudayaan dan pariwisata kota solo yang mengelolanya. Oleh pengelola saat ini dilengkapi dengan sarana outbond untuk lebih menarik pengunjung. Bahkan ketersediaan gedung serbaguna sering dimanfaatkan penduduk sebagai tempat resepsi pernikahan maupun pertunjukan seni. Didalam balekambang dapt dijumpai foto-foto raja solo dan juga di taman ini dipelihara rusa jinak yang bisa di ajak bermain oleh pengunjung. Ataupun pengunjung bisa menikmati air mancur dengan airnya yang menyegarkan.  

Balekambang memiliki beragam arsitektur unik, yang dapat menjadi satu pemandangan untuk pencinta seni. Akses ke Taman ini sangat gampang dari terminal tirtonadi anda tinggal naik becak maupun angkutan umum yang menuju arah balekambang dan dapat turun didepan taman. Untuk menikmati segala yang ada di balekambang pelancong tidak dipungut biaya. Akan tetapi perlu diingat saja bahwa keberadaan taman ini supaya terjaga maka anda harus menjaga kebersihan.

Demikianlah sekelumit kisah tentang obyek wisata taman balekembang yang admin ketahui, Baca juga artikel lainnya pada blog ini yaitu, eloknya Pantai Kartini Jepara Jateng, eloknya Objek Wisata Pantai Kuta, dan sebagainya, atas perhatiannya admin ucapkan banyak terima kasih.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Eloknya Pantai Kartini Jepara Jateng

Eloknya Pantai Kartini Jepara Jateng

Tempat Wisata nan elok Pantai Kartini jepara berlokasi 2,5 km ke arah barat dari Pendopo Kabupaten Jepara. Tujuan wisata ini tepatnya terletak di kelurahan Bulu kecamatan Jepara dan adalah tujuan wisata alam yang menjadi dambaan para pelancong.

Berbagai sarana pendukung seperti dermaga, sebagian aquarium Kura-kura, motel, permainan anak-anak (komedi putar, mandi bola, perahu arus), dan lain-lain telah tersedia untuk para pengunjung. Suasana di sekitar pantai yang cukup sejuk memang memberikan kesan tersendiri buat pengunjung, sehingga tempat ini sangat cocok untuk rekreasi keluarga atau acara santai lainnya.

Ditempat ini pula para pengunjung dapat melepaskan lelah dengan duduk-duduk di bawah gazebo sambil menghirup udara segar bersama terpaan angin laut.
terdapat pula deretan toko souvenir kerajinan laut yang dapat dijadikan buah tangan para wisatawan.

Wilayah atau kawasan dengan luas lahan 3,5 ha ini merupakan kawasan yang strategis, karena sebagai jalur transportasi laut menuju obyek wisata Taman laut Nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang. Sekarang juga sudah tersedia sarana transportasi ke Karimunjawa dari dermaga Pantai Kartini yaitu KMP. MURIA (waktu tempuh 6 jam) dan Kapal Cepat KARTINI I (waktu tempuh 2,5 jam).

Kamis, 04 Oktober 2012

Wisata Kuliner Sambel Lethok Khas Boyolali Jawa Tengah

sambel lethokDaerah Boyolali jawa tengah banyak memberikan  kenangan yang indah dan tidak akan bisa terlupakan seumur hidup admin, salah satunya ialah kenangan indah saat berwisata berssama keluarga  ke merapi lewat selo boyolali. Sebelum kesana sudah googling cari kuliner apa yang enak pasa disana disinilah pertamakali  pengalaman kuliner admin yakni memakan salah satu makanan khas boyolali yang katanya dinamai sambel lethok.  ketika pertama melihat yang terlintas di benak admin ini adalah sego tumpang khas kediri, namun kata yang punya warung yang namanya sambel lethok dan sego tempong berbeda dan buat pembuktiannya admin langsung icipicip saja.

Sesudah sambel lethok masuk ke mulut akhirnya admin baru tahu ternyata antara segi tumpang dan sambel lethok berbeda. Jadi rasanya kurang seru bila anda berkunjung di Kabupaten Boyolali tidak mencoba makanan has yang satu ini, Sambel lethok mungkin bisa  anda jumpai di kediri atau kabupaten lain di wilayah nusantara ini namun rasanya pasti lain, hal inilah yang menjadi kekhasan Sambel Lethok Boyolali. Sambel Lethok ini orang kediri menyebutnya dengan sambel tumpang, sama-sama berbahan dasar tempe busuk namun dengan rasa yang berbeda.

Sambel lethok ini merupakan perpaduan antara tahu dan tempe busuk dengan tambahan beberapa bumbu pelengkap membuat sambel lethok ini menjadi santapan nikmat yang mempunyai aroma khas yang akan membuat selera makan kita menjadi bertambah. Sambel lethok sangatlah nikmat disajikan dengan tambahan sayur adas, toge, cenil dan pastinya dengan nasi yang hangat atau panas atau bahkan bubur panas dan segelas teh hangat. Terbayang kan bagaimana nikmatnya ditambah cuaca dingin yang waktu itu sedang berlangsung.

Bila anda sedang berada di boyolali anda dapat berkunjung ke daerah timur terminal boyolali tepatnya di depan sebuah KUD, disana terdapat sebuah warung yang menyediakan menu makanan ini dan disini juga menyediakan susu segar yang sangat khas boyolali. Selain disana anda juga bisa ke sebuah warung yang terletak di daerah jl tentara pelajar kota boyolali tepatnya di dekat perempatan, di warung ini juga menyediakan sambel lethok yang katanya sudah sangat melegenda di boyolali.

Jika anda sedang mau berwisata ke borobudur melalui boyolali rasanya tidak ada salahnya anda mempir sejenak buat menikmati makanan yang satu ini dan jangan lupa pula menikmati jadah bakar yang ada di selo.


Info Kuliner Resep Sambel Lethok Boyolali Jawa Tengah


Malem malem admin akan coba posting artikel  resep dan cara membuat salah satu kuliner khas boyolali jawa tengah yang bernama sambel lethok. admin hadirkan ini sebab kuliner ini menurut admin bercita rasa  unik. Resep sambel lethok ini admin dapatkan dari beberapa sumber di internet dan telah admin sesuaikan dengan selera saya jadi selamat mencoba dan silahkan anda sesuaikan dengan selera nada masing-masing.

Semoga Resep kuliner sambel lethok ini bisa menambah kecintaan kita pada tanah air kita yang sudah menyediakan begitu banyak kekayaan kuliner pada kita di negeri tercinta ini. Supaya tidak kelamaan ngoceh mari langsung anda simak resepnya berikut ini:

Bahan:

  • 10 buah tahu goring setengah matang
  • 3 bungkus tempe busuk
  • 1/2 liter santan

Bumbu:

  • 6 buah cabe merah
  • 10 buah cabe rawit atau bias kita sesuaikan sesuai selera
  • 6 siung bawang putih
  • 10 butir bawang merah
  • 2 ruas kencur
  • 3 lembar daun salam
  • gula dan garam secukupnya

Cara Membuat:
  1. Rebus tahu, tempe busuk beserta dengan bumbu yang telah disiapkan hingga layu
  2. Sisihkan bumbu-bumbu kemudian tumbuk hingga halus
  3. Sisihkan tempe kemudian haluskan
  4. Campur kembali tempe dengan bumbu-bumbu kedalam air rebusan sisa tadi dan aduk hingga rata
  5. Terakhir masukkan santan dan tunggu sesaat hingga masak
  6. Sajikan dengan nasi hangat dan anda juga dapat menggunakan sayuran atau kuluban ( sayuran rebus)
Sajikan buat 4 orang, enjoy....

Wisata Kuliner Jadah Bakar Khas Boyolali Jawa Tengah

Kabupaten Boyolali propinsi Jawa Tengah merupakan salah satu yang namanya semakin populer pada saat salah satu maestro campursari cak dikin membuat lagu yang bertemakan salah satu kuliner khas boyolali yakni susu. Namun kali ini admin tidak akan menghadirkan susu murni boyolali namun  admin akan memosting salahsatu makanan khas boyolali yang lain bernama jadah bakar.

Jadah merupakan makanan tradisional yang gampang diketemukan di mana saja terutama di jawa. Makanan yang terbuat dari beras ketan putih dan kelapa ini adalah salah satu makanan khas daerah di Boyolali, berlokasi di daerah Selo. Namun jadah selo berbeda dengan jadah pada biasanya, jadah selo ini dalam penyajiannya di bakar terlebih dahulu, jadi sebab daerah selo ini adalah daerah yang terletak diantara gunung merbabu dan merapi maka buat para pendaki gunung makanan ini sangat pupuler dan memang sangat cocok buat dinikmati.

Nama jadah bakar semakin populer sejak adanya jalur Solo ke Borobudur, bila dahulu jadah bakar ini hanya di nikmati oleh masyarakat selo saja sekarang sesudah ada jalur tersebut para wisatawan juga menjadikan jadah bakar ini sebagai makanan yang patut di coba dan dinikmati.

Makanan jadah ini juga akan kita temui waktu kita sedang ada di kawasan kaliurang jogjakarta, di objek wisata yang terletak di lereng merapi tersebut juga banyak terdapat makanan ini namun jadah bakar yang ada di selo boyolali dan yang ada di kaliurang berbeda. Bila jadah yang ada di selo boyolali di bakar terlebih dahulu dan disajikan bersama serundeng yang dibumbui gula jawa, sedang jadah yang ada di kaliurang tidak di bakar terlebih dahulu (sekarang ada juga yang di bakar) dan disajikannya tidak dengan serundeng melainkan dengan tempe bacem.

Penyajian jadah bakar ini adalah dengan piring rotan yang diberi alas daun pisang yang dilembarkan sedangkan cara makan Jadah Bakar ialah dengan dicocol dengan serundeng. Namun sebetulnya disebabkan rasa jadah ini terbilang gurih makan jadah bakar ini juga dapat dan cocok jika dimakan begitu saja tanpa serundeng.

Dikarenakan pertamakalinya admin menikmati makanan ini adalah waktu dulu wisata ke merapi lewat selo maka buat anda yang mau berwisata kemerapi lewat selo rasanya anda juga harus coba menikmati makanan yang satu ini, selain enak jadah juga sangat mengenyangkan. Dan bagi anda yang dari solo mau ke borobudur lewat selo anda juga harus mampir buat menikmati makanan ini, cuaca dingin selo sangat cocok dengan makan gurih, hangat serta mengenyangkan ini. 


Selasa, 18 September 2012

Pantai Pasir Putih Bandengan Jepara - Tempat Wisata

pantai bandengan di jepara jawa tengah

Menurut cerita yang diceritakan secara turun temurun, putra Sunan Muria yaitu Amir Hasan yang memberikan nama pantai bandengan saat akan berpergian mengembangkan ilmu agama ke Kepulauan Karimunjawa. Pada saat sampai di pantai ini, diketemukannya banyak Ikan Bandeng sehingga wilayah itu dinamakan Desa Bandengan. Pantai yang ada di desa tersebut akhirnya dinamakan Pantai Bandengan.

Anda bisa menikmati keindahan pantai yang jernih dan berpasir putih. Selain itu, Anda juga bisa menikmati rimbunnya pepohonan perdu dan pohon pandan di sepanjang pesisir Pantai Bandengan Jepara atau yang dikenal juga sebagai Pantai Tirta Samudera. Pantai Bandengan mempunyai struktur pantai yang landai dan air yang jernih dan bersih. Sebab itu itu pantai ini cocok buat dijadikan tempat wisata pantai seperti berenang, bermain voli pantai, berperahu, atau sekadar bersepeda di pinggir pantai.

Selain itu, kondisi pantai utara Jawa relatif tenang membuat pantai ini relatif aman buat menikmati permainan di pinggir laut ataupun berenang. Bahkan ketika Anda mencelupkan diri ke air laut yang bening, Anda bisa melihat ikan-ikan kecil sedang berlarian di dasar air laut.

Pantai Bandengan sering dikunjungi oleh wisatawan disebabkan suasana alamnya yang tak ada duanya. Anda bisa menemukan suasana pantai pasir putih yang luas. Lalu Anda juga bisa menikmati keindahan air laut yang jernih. Dan yang paling menarik ialah hamparan pepohonan yang rimbun dan hijau di sekitar pantai. Tentu ini membuat suasana di Pantai Bandengan begitu sejuk dan nyaman. Keindahan pantai di sini juga bisa menyaingi keindahan pantai di Bali.

Anda juga bisa mengunjungi pulau di tengah laut dari Pantai Bandengan. Pulau yang bisa Anda kunjungi dari sini yakni Pulau Panjang. Di pulau ini Anda bisa melihat kekayaan alam yang indah yakni flora dan fauna yang menarik. Anda bisa juga berkunjung dipulau ini dengan biaya yang terjangkau. Anda juga bisa berkeliling pantai dengan menyewa perahu atau kapal yang siap mengajak Anda berkeliling pantai sambil menikmati keindahan alam di Pantai Bandengan.

Keindahan Sunset di Pantai Bandengan Jepara

Selesai menikmati aneka permainan yang menyenangkan di Pantai Bandengan hingga menjelang senja, tibalah waktunya Anda menikmati pertunjukkan yang memukau di pantai ini. Ini adalah pertunjukkan alam yang menakjubkan, yakni terbenamnya matahari atau sunset. Anda bisa mengagumi keindahan matahari saat menuju perhentiannya di senja hari. Pantulan cahaya matahari yang meredup terlihat di air laut dengan ombak yang tenang di Pantai Bandengan ini. Kejadian seperti ini sering diabadikan oleh para fotografer yang kebetulan mampir di Pantai Bandengan Jepara.

Anda juga bisa menikmati panorama matahari terbenam atau sunset ini sambil menikmati makanan yang disajikan di restoran yang ada di bibir Pantai Bandengan. Salah satu restoran yang cukup terkenal di pantai ini adalah Sunset Beach Restaurant yang didirikan oleh warga negara Italia yang mempunyai istri penduduk lokal. Restoran ini sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Anda bisa menikmati pizza yang merupakan makanan khas Italia, seafood maupun masakan Indonesia sambil menikmati keindahan panorama sunset dan mendengar deburan ombak di pinggir pantai. Bila Anda makan di salah satu restoran di Pantai Bandengan, maka Anda dapat masuk secara gratis ke obyek wisata Pantai Bandengan.

Jika Anda lelah dan ingin beristirahat, di Pantai Bandengan juga ditawarkan vila atau tempat penginapan yang bisa disewa. Setelah beristirahat malam hari, pada pagi hari Anda juga dapat menikmati sajian panorama matahari terbit di Pantai Bandengan.

Obyek wisata Pantai Bandengan tidak susah buat dicapai. Pemerintah Kabupaten Jepara telah menyediakan fasilitas jalan yang baik serta transportasi yang mudah menuju obyek wisata Pantai Bandengan. Jadi, bila Anda sedang berada di Jawa Tengah, tidak ada salahnya Anda mampir ke Jepara. Sambil melihat keindahan ukiran khas Jepara, Anda juga bisa mampir ke obyek wisata andalan Kabupaten Jepara yakni Pantai Bandengan atau yang juga dikenal sebagai Pantai Tirta Samudera.

DOWNLOAD KOLEKSI FILM KAMI